Timur dan Barat; Sebuah Telaah Kembali (bagian pertama)

by | Mar 1, 2018 | Senandika | 2 comments

Dunia saat ini didominasi oleh Barat, kita enggak perlu ragu untuk itu. Barat, khususnya Inggris, mempunyai peran krusial terhadap dominasi ini. Dimulai pada Revolusi Industri tahun 1760 yang membuat perekonomian Barat mendominasi dan tidak tergantikan sampai sekarang.

Ada banyak cara melihat fenomena dominasi Barat ini, tidak hanya masalah ekonomi dan kekuatan politik. Untuk membuka ini kita harus kembali ke belakang berabad-abad pada saat lahirnya dua peradaban: satu di Mesopotamia dan satunya lagi di Cina. Lahirnya dua peradaban ini adalah permulaan terpisahnya Timur-Barat, semenjak itu juga Timur-Barat mempunyai masa emas masing-masing.

Teori yang beredar sekarang terkait dominasi Barat sangat mudah dibantah. Penjelasan tentang mengapa Barat masih sangat mendominasi jalannya politik dan pembangunan dunia bisa dikerucutkan menjadi dua arah pandang:

Teori 1: Short Term Accident

Teori 2: Long Term Lock In

Teori ‘short term accident‘ berpendapat bahwa dominasi Barat adalah hasil dari ‘historical luck’, sedangkan ‘long-term lock in’ menyebut bahwa ini disebabkan faktor-faktor kunci.
Teori ‘short term accident’ berpendapat bahwa dominasi Barat adalah hasil dari ‘historical luck’ atau apa, ya, Bahasa Indonesianya? Ke-hoki-an sejarah? Haha. Nah, di sisi sebelahnya, teori ‘long-term lock in’ menyebut bahwa dominasi Barat terjadi karena faktor-faktor kunci/penting. Sayangnya, pendukung-pendukung teori ini menyokong teori ‘western genetic’ atau bisa dibilang superioritas budaya. Bukan cuma itu, teori ‘long-term lock in’ ini lumayan bermasalah. Coba kita lihat berdasarkan alasan biologis mereka. Mereka berpendapat secara genetik, 600.000 tahun yang lalu ketika dua spesies Homo berkembang, Timur diwakili oleh Homo erectus dan Barat diwakili oleh Homo antecessor.

Tapi teori itu tidak mampu mewakili apa-apa, karena kita sebagai Homo sapiens (kita, manusia modern.) adalah spesies yang berkembang antara dua spesies di atas sekitar 300,000 tahun yang lalu, dan kita—Homo sapiens—yang bertahan sampai sekarang, bukan dua Homo yang mereka jadikan acuan. Karena itu, teori rasial berdasarkan gen superior di atas bisa didebat lagi.

Pada 1879, penemuan mengejutkan oleh arkeolog berupa lukisan gua bergambar bison di Altamira biasa disebut Cueve de Altamira, lukisan itu berusia sekitar 35.600 tahun. Ini adalah karya seni tertua yang berhasil ditemukan. Penemuan ini digunakan oleh para pendukung teori ‘long-term lock in’ untuk membuktikan bahwa peradaban barat sangat kreatif dan unik.

Tapi, itu cuma kebetulan. Pada waktu itu, Eropa sedang dilanda zaman es. Konsekuensinya, permulaan manusia Barat harus menghabiskan banyak waktunya di gua. Di sana mereka mengasah kemampuan menggambar mereka. Argumen ini diperkuat dengan fakta bahwa setelah zaman es selesai, kita tidak lagi menemukan gambar-gambar gua.

Lukisan yang terdapat di Cueve de Altamira
Kita harus menggali lebih dalam lagi untuk menjelaskan mengapa saat ini dominasi ada di tangan Barat. Kita menemukan kedua teori di atas tidak bisa menjelaskan fenomena dominasi ini. Seperti yang kita lihat, ini semua perpaduan antara keadaan sosiologis, biologis, dan geografis.
Timur dan Barat Sebenarnya Tidak Terlalu Berbeda Secara Sejarah
Barat bermula di daerah subur di Timur Tengah dan Mesir, dari sana menyebar ke arah barat. Sementara Timur memulai peradabannya di Lembah Sungai Kuning dan Sungai Yangtze di China. Apabila kita ingin membandingkan Timur dan Barat, kita harus mulai dari perkembangan sosial secara saintifik dan rinci dan dimulai dari peradaban ini.

Perkembangan sosial diukur dari bagaimana kemampuan komunitas menyelesaikan sesuatu. Mencakup teknologi, pengorganisasian, atau pencapaian budayanya. Sederhananya, bagaimana masyarakat mencari makan, pakaian, rumah, atau berkembang biak.

Ian Morris dalam bukunya Why The West Rules For Now menuliskan indeks perkembangan sosial dari tahun 14.000 SM dan seterusnya yang didasari empat pondasi.

Pertama, konsumsi energi. Diukur dari konsumsi tumbuhan dan binatang populasi perkalori perhari. Apalagi untuk komunitas-komunitas penting seperti tentara, mereka membutuhkan energi lebih untuk berperang.

Kedua, urbanisme. Urbanisme menggambarkan kapasitas dan kemampuan mengorganisasi. Jumlah populasi adalah cara terbaik untuk mengukur ini.
Ketiga, cara memproses informasi. Kemampuan masyarakat untuk berkomunikasi dan mentransfer ilmu. Contohnya; akses masyarakat ke peta-peta yang mempengaruhi kemampuan pelaut berpergian antara Asia dan Eropa.
Keempat—terakhir, kapasitas komunitas tersebut untuk berperang. Intinya; militer. Faktor ini lebih-kurang perpaduan antara tiga faktor di atas, tapi lebih untuk saling menghancurkan.
Indeks di atas bisa memperlihatkan kepada kita perbedaan kecil antara Timur dan Barat. Polanya sama, meskipun Barat sedikit lebih unggul dari Timur. Keunggulan antara keduanya pun nyaris sama; mereka (Barat) naik perlahan selama ribuan tahun, kemudian Revolusi Industri terjadi pada abad 18, dan kita sama-sama tahu siapa yang memimpin skor sampai saat ini.
Barat itu Mulai Berlari Setelah Zaman Es, Terima Kasih Kita Berikan pada Letak Geografis
Sekitar 100.000 tahun yang lalu dunia jatuh ke zaman es yang panjang. Es menyelimuti sebagian besar dataran bagian utara. Untuk selamat dari kondisi sulit seperti ini, manusia waktu itu mengembangkan strategi. Mereka tinggal dengan cara nomaden, berkelompok kecil, membuat tenda, memburu binatang, dan memungut tumbuhan yang bisa dimakan sebelum pindah ke tempat selanjutnya.

Sekitar 11.700 SM, dunia mulai menghangat dan es mulai mencair. Angin perubahan berhembus. Nah, dari momen ini kita bisa benar-benar membedakan Timur dan Barat. Agrikultur yang benar-benar membedakan wilayah Timur dan Barat; Barat lebih dulu berkembang sekitar 1.500-2.000 tahun daripada Timur.

Para arkeolog mencatat pada akhir zaman es manusia mulai bercocok tanam dan bertahan dengan kelompok lebih besar. Hal ini bisa dilihat situs-situs di Barat, The Hilly Flanks, wilayah asia barat dari pegunungan Tigris sampai ke sungai Eufrat di selatan Iraq ke wilayah Mediteranian. Sampai 7000 SM, bercocok tanam merambat di wilayah itu dan sukses. Kita tahu siapa yang terdepan dalam agrikultur, dia yang memimpin peradaban. Padahal, jauh sebelum The Hilly Flanks, penemuan bercocok tanam paling awal ditemukan di China, di mana penanaman beras sudah di mulai di Lembah Yangzi sekitar 8000 dan 7500 SM.

Letak geografis juga berperan membawa Barat unggul. Kebanyakan makanan modern seperti sereal, gandum, jagung, dan beras berkembang di padang rumput yang berada di The Hilly Flanks yang menjadikan tempat ini mudah untuk mengembala hewan seperti domba, kambing, sapi, dan babi.

Sementara agrikultur Timur, terpusat di China, tidak bertahan lama karena memang kualitas yang rendah dan juga secara letak geografis tidak mendukung pengembangan seperti yang ada di The Hilly Flanks.

Sekitar Milenia Awal Sebelum Masehi, Pembangunan Sosial Timur dan Barat Hampir Sama Rata; Tidak Ada yang Terlalu Menonjol.
Setelah 10.000 tahun, Barat memimpin karena menurunnya kemampuan Timur untuk mengembangkan diri.

Pada 1200 SM, pembangunan Timur beribu-ribu tahun tertinggal. Namun, Barat tiba-tiba mengalami krisis di Mediterania yang berarti Timur bisa mengejar ketertinggalan pembangunan sosial mereka. Krisis ini biasa disebut masa The Late Bronze Age Collapse, ini terjadi pada masa Dark Age.

Peradaban Barat seperti Makedonia dan Yunani, menghadapi kesulitan untuk mempertahankan kerajaan mereka dan berusaha agar tidak terpecah belah. Bahkan Mesirnya Ramses II hancur menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Masyarakat lapar, kota-kota pun mengalami depopulasi, dan jumlah tentara anjlok.

Para Arkeolog masih belum bisa memastikan kenapa krisis ini melanda Barat. Kemungkinan besar karena perpaduan dari perubahan iklim yang ekstrim, panceklik, struktur negara yang pecah, migrasi dan bisa jadi juga karena wabah penyakit antara 1200 dan 1000 SM.

Momen mencengangkan ini sangat efektif menumpulkan Barat dalam memimpin peradaban atas Timur sekitar enam abad. Pada 1000 SM, pencapaian pembangunan sosial di Timur hanya berjarak beberapa ratus tahun saja di belakang Barat.

Sekitar masa ini juga, di milenia pertama sebelum masehi, masing-masing Timur dan Barat mulai untuk membangun ulang dengan cara yang sama. Khususnya, masyarakat mulai berganti dari awalnya ‘low-end states’ ke ‘high-end states’. Dengan sistem ‘low-end states’, pemerintah memiliki kebutuhan dan pengeluaran yang rendah dan tentu tidak bergantung pada pemasukan pajak yang besar. Mereka mengandalkan, sebagai contoh, mengumpulkan orang-orang kuat untuk dijadikan tentara daripada mengeluarkan pengeluaran khusus untuk pertahanan pemerintahan. Lain dari ‘low-end states’, ‘high-end states’ menyatukan kekuatan dan kemampuan untuk membangun aparatur birokrat pengumpul pajak.

Masing-masing, pada abad 10 SM Timur dan Barat berdasar pada sistem pemerintahan ‘high-end states’. Adapun, Barat tempat muncul pertama negara ‘high-end states’ yang luas. Coba bayangkan kerajaan Assyrian yang luas kerajaannya mencapai Zenith sekitar 660 SM.

Runtuh dan Bangkitnya kerajaan di Milenia Pertama
Datangnya sistem pemerintahan terpusat ‘high-end states’ menandakan masa kerajaan-kerajaan (Age of Empires) tiba. Di Barat, kerajaan Assyria dan kerajaan Persia adalah kerajaan pertama yang benar-benar matang memakai sistem ‘high-end states’. Di Timur, ada Dinasti Zhou (1046-256 SM) yang menjadi pembuka jalan sistem ini.

Tapi pelari pertama ini kalah dengan yang lari setelah mereka. Di Timur, pemerintahan yang menonjol adalah Kerajaan Han di China. Di Barat, kerajaan Romawi paling dominan.

Republik Romawi berdiri pada tahun 509 SM, tapi tidak sampai tahun 200 SM mereka menjadi kekuatan superpower. Pada 201 SM, Romawi mengalahkan musuh utama mereka di Mediterania, kerajaan Carthaginian, yang berada di pantai utara Afrika. Romawi pada saat itu mengontrol hampir seluruh garis pantai Mediterania—pencapaian yang spektakuler.

Jauh di timur, Dinasti Han mendominasi China. Kerajaan mereka mendominasi antara 206 SM sampai 220 M salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada.

Kerajaan-kerajaan Timur dan Barat ini pada dasarnya memiliki banyak persamaan. Masing-masing memiliki orang-orang terpelajar dan terlatih yang berada di kota-kota besar. Didukung dengan kemampuan produksi agrikultur yang tinggi, dan jaringan dagang yang luas.

Meskipun begitu, pada abad pertama masehi kerajaan-kerajaan Timur dan Barat terpecah. Pada 285 M, kerajaan Romawi terbelah menjadi Romawi barat dan timur. Romawi barat hanya bertahan sampai 476 M.
Di China, mereka juga pecah. Sekitar 400 M, Dinasti Jyn memerintah di bagian selatan bekas wilayah Dinasti Han, di saat bersamaan wilayah utara terpecah menjadi 5 kerajaan kecil.

Penyebab runtuhnya kerajaan mereka tidak jauh beda baik Timur atau Barat. Serangan barbar dari luar kerajaan ketika administrasi pemerintahan sedang lesu. Mereka tidak bisa menahan ancaman dari luar ketika memang sistem sedang bobrok.

Pada 1100 M Pembangunan Sosial di Timur Memuncak, Sementara Barat Terpecah

arat terus-menerus memimpin pembangunan sosial atas Timur pada awal milenia. Ketika berada di puncak, Romawi memiliki peredaran mata uang dua kali lipat dari Dinasti Han. Barat berhasil dilangkahi oleh Timur hanya ketika kerajaan Romawi tinggal setengah setelah Romawi Barat runtuh.

Pada awalnya, Timur lebih cepat pulih di masa keruntuhan kerajaan-kerajaan ini. Sekitar 1100 M Timur menemui puncak kejayaannya di perkembangan sosial dan mengambil alih superioritas Barat. Dinasti Sui yang menyatukan kembali China selatan dan utara. Wendi, Raja Sui pertama, menaklukkan China Selatan dengan tidak membuat perekonomian memburuk. Ketika bersatu, perekonomian China meroket. Masa puncak keemasan. Petani China juga dibantu oleh periode Medieval Warm, dan meningkatkan jumlah hujan juga iklim menjadi semi-arid (simiarid north). Yang paling mencolok, populasi China dapat tumbuh sampai 100 juta di 1100 M.

Pada saat itulah pembangunan sosial Timur mencapai puncak yang sebelumnya dicapai Barat oleh kerajaan Romawi seribu tahun sebelumnya. Dari sekitar tahun 700 M, Barat mulai sulit untuk memulihkan diri. Di samping itu, wilayah Barat telah terbagi menjadi dua poros: Muslim dan Kristen.
Sebagian wilayah Barat, termasuk Spanyol, Afrika (utara, timur, dan tengah) berhasil ditaklukkan dan disatukan oleh Arab Muslim. Tapi umat Kristiani tetap mampu mempertahankan pengaruhnya di sekeliling Eropa Utara.

Di Barat juga, periode Medieval Warm muncul, iklim ini muncul ketika pusat Arab di Asia barat berada di keputusasaan yang membuat pusat Barat menjadi condong ke Mediterania. Perdagangan terpusat di kota-kota seperti Muslim Palermo dan Kairo, dan Kristen Venesia dan Genoa. Pertukaran budaya meningkat dan diikuti memuncaknya ekspansi perdagangan.

Di periode ini benih Renaissance di Kristen Eropa pun tertanam, terima kasih kepada penyebaran beasiswa dan ilmu dari kerajaan-kerajaan Muslim. Letak geografis juga berperan buat ini.

bersambung….

Sumber bacaan; Why The West Rules For Now oleh Ian Morris