Timur dan Barat; Sebuah Telaah Kembali (bagian kedua)

by | Mar 17, 2018 | Senandika |

Kamu belum membaca bagian pertama?
Cus, ketuk senyum di situ dong

***

Antara 1000 dan 1500 Pembangunan Sosial Barat Loncat ke Depan karena Rute Dagang yang Baru

Ini Marco Polo? bukan ini Marco Reus pemain Dortmund.

Kalian pasti tahu tentang pedagang Venesia, Marco Polo, orang yang menyusun jurnal perjalanannya pada awal abad 14. Jurnal itu adalah karya yang sangat penting dari perjalanannya ke Timur. Marco Polo menyebutkan, istana-istana di China dan kekayaan pemimpin-pemimpinnya tidak sebanding dengan yang ada di Barat. Pembangunan sosial di China lebih maju ribuan tahun dari dunianya Marco Polo.

Ini baru Marco Polo >

Tapi semuanya akan berubah dengan cepat. Sekitar akhir abad 13, pembangunan sosial Timur jatuh. China menghadapi perang yang tak berkesudahan melawan Mongolia di bagian utara mereka. Penyerangan Mongolia membuat infrastruktur China menjadi hancur. Bukannya menghadapi kemajuan industri, China malah menghadapi penghancuran, kelaparan, dan wabah penyakit.

Ketika Marco Polo membuat jurnalnya dan menuliskan dunia yang dia singgahi, dunia itu pun sudah tidak lagi ada di akhir abad 13. Dengan segala kehebatan militer yang mereka punya, Mongolia tetap tidak pernah menginjakkan kaki mereka ke Barat Eropa. Karena itu, Barat bebas menikmati kebangkitan mereka: Renaissance mulai di Italia sekitar 1300. Di periode ini, banyak orang-orang elit Italia terinspirasi oleh Yunani dan pengetahuan Romawi—terima kasih lagi kepada ilmuan Arab yang membantu dua ke ilmuan ini. Situasi yang seperti ini juga membuat Barat mulai berpetualang dan berlayar. Sebaliknya, penjajahan Mongol terhadap Timur sedang berlangsung.

Perjalanan Colombus pada 1492 ke Amerika menjadi indikator awal Barat akan mengubah samudera menjadi jalur komersial. Barat pun berada di posisi terdepan, lagi. Tapi untungnya—untung terus—letak geografis juga menentukan faktor ini. Abad 15 kapal-kapal China secara teori tidak bisa sampai ke Amerika. Memang, letak geografis selalu menguntungkan Barat. Intinya, rute Atlantik dari Eropa sekitar 3.000 mil sedangkan dengan rute Pasifik bisa dua kali lipat jaraknya bahkan lebih.

Biarpun begitu, terlepas progres Barat, pembangunan sosial di China masih memimpin di periode ini.

Revolusi Industri adalah Sinyal Bermulanya Barat Berkuasa.

Antara 1500 sampai 1800, pembangunan sosial Timur dan Barat terus tumbuh, tapi kecepatannya berubah menjadi tidak seimbang. Pembangunan sosial Barat lebih cepat dua kali lipat dari Timur. Menjelang akhir abad 18, Barat akhirnya bisa mengambil alih pengaruh Timur. Terima kasih atas temuan New World (benua Amerika), perdagangan Barat menjadi ramai. Ini juga terkait fakta para kolonial mengeksploitasi sumber daya dari benua Amerika. Mereka memproduksi komoditas yang tidak ada di Eropa, seperti tebu. Produk ini dikirim pulang ke Eropa oleh kolonial.

Lebih dari itu, ke ilmuan modern di Eropa mulai membuat pengaruh. Seperti bagaimana deskripsi Newton pada Fisika dan mekanika yang membuat teknologi mereka maju dengan pesat.

Tidak ada faktor yang bisa mempresentasikan progres ini lebih baik daripada faktor keberadaan James Watt yang mengembangkan desain mesin uap pertama. Mesin uap James Watt inilah yang memotori revolusi industri di Barat.

Sekitar tahun 1750, Timur dan Barat masih terlihat sama. Tapi, ketika 1850, mesin uap membuat Timur tidak berkutik. Selama berabad-abad, manusia berpegang pada binatang, angin, dan energi air. Tapi mesin uap membuat produksi energi menjadi bisa diproduksi kapanpun dan di manapun. Sesaat setelah itu, kapal uap dan kereta menjadi moda transportasi yang umum. Dunia menjadi kecil, dan perdagangan global terus-menerus mengisi pundi-pundi Barat. Dunia sedang demam-demamnya penemuan, cara berkomunikasi juga berkembang: telegraf adalah alat yang paling revolusioner waktu itu.

Kita sama-sama tahu apa yang akan datang setelah ini. Revolusi industri telah membuat Barat menjadi penguasa.

Terlepas dari Perang-perang Besar, Hoki Abad Dua Puluh Tetap Berpihak pada Barat.

Abad ke dua puluh, huft … abad yang suram—sesuram kisah romansa saya. Kita semua menonton perang terbesar, dan kejadian ini menjadi bencana paling mengerikan di sejarah kemanusiaan: Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Perang Dingin sebagai efek dari kedua perang ini pun mengikuti selama hampir setengah abad, antara 1947 sampai 1991.

Perang yang mereka bawa menghasilkan ratusan juta mayat dan jelas mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Tapi, meski dengan adanya perang-perang ini, dominasi Barat tetap pada puncaknya. Perang Dunia I sangat merusak, momen itu membuat kekuatan dinasti-dinasti kuno Eropa melemah dan memudahkan demokrasi untuk tumbuh subur sepanjang benua Eropa. Bahkan setelah Perang Dunia II, Barat tetap bisa tegak dan tetap pada kondisi yang baik jika dibandingkan dengan Timur. Contoh kecil, Soviet bisa dengan cepat membangun kembali industri mereka setelah perang usai, lalu Amerika? Negara mereka saja tidak mendapat bom-bom dari musuh perang mereka sama sekali. Sebaliknya, penghancuran China oleh Jepang dan pengeboman Amerika ke Jepang membuat Timur ‘kelar’.

Akhirnya, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sedang berlangsung karena ancaman perang nuklir, Amerika Serikat pun memenangi Perang Dingin pada 1991 dan kekayaan Barat bisa terus meningkat. Tapi Timur terus memepet Barat, pada 1990-an, China membuat pasar melakukan reformasi ekonomi, termasuk privatisasi aset besar-besaran. Hal ini membuat perekonomian China meroket.
Pada 1970, 22% barang-barand dunia diproduksi oleh Amerika Serikat, di saat yang bersamaan China memproduksi hanya 5%. Pekerja Amerika 20 kali lebih produktif dari pekerja China. Tapi sampai di tahun 2000, Amerika hanya tujuh kali lebih produktif, dan produksi global China meningkat sampai 14%. Amerika mengalami stagnan di 21%. China telah menjadi pabriknya dunia.

Kekuatan Barat mencapai titik puncak yang tinggi pada abad 20. Tapi, bukannya juga bunga akan layu pada masanya?—lagi-lagi ini seperti kisah romansa saya, huft.

Timur Diperkirakan akan Kembali Memimpin pada 2103

Jadi … Barat berkuasa, sampai sekarang. Tapi sampai kapan?

Penulis buku Why The West Rules-For Now, Ian Morris, membuat kemungkinan dan mengkalkulasi pembangunan sosial Timur dan Barat dan hal itu menunjukkan, Timur akan kembali memimpin pada 2103. Atau bisa jadi juga muncul faktor penting yang membuat kekuasaan Barat berakhir sebelum tahun ini.

Diperkuat oleh semakin dekat jarak perbedaan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan China. Orang-orang bank di Goldman Sachs memprediksi ekonomi China akan setara dengan Amerika Serikat pada tahun 2027 tapi para akuntan di PricewaterhouseCoopers memperkirakan di tahun 2025, lebih cepat beberapa tahun. Memang tidak bisa dipungkiri, tingkat pertumbuhan tahunan China sampai 7.5 persen, di atas ekonomi di Barat.

Di sektor militer, teknologi informasi, dan pendapatan energi per kapita mungkin akan sedikit lebih lama untuk Timur mengambil alih dari Barat. Ian Morris memperkirakan di 2103 untuk Timur seimbang, dan sekitar tahun 2050 mulai meningkat.

Tapi, tentu saja, masa depan tidak bisa kita prediksi dan banyak hal-hal di lapangan yang tidak kita ketahui.

Beberapa pengamat mengatakan kesejahteraan akan ‘membaratkan Timur’. Kata mereka begitu, secara budaya, politik, dan sistem ekonomi dunia ini akan menjadi satu, muncul lah istilah globalisasi. Dan jika semua dunia itu ‘Barat’, kenapa kita terus-terusan untuk membeda-bedakan antara Timur dan Barat?

Selain itu, sebagian besar hal-hal signifikan dalam keilmuan modern dan teknologi—seperti riset genetik atau komputer modern—memang tercipta di Barat. Ini faktor kuat kenapa Barat masih dan terus memimpin.
Adapun yang tidak kita ketahui, seperti; perubahan iklim, migrasi, pengungsi, perang, bisa jadi menggulingkan dominasi Barat, siapa tahu, kan?

Memang belum pasti kapan buat Timur mengambil alih Barat. Tapi banyak faktor dan kejadian mengarah kesana.

Kesimpulan

Superioritas Barat atas Timur bukan karena long term lock-in atau short-term accident. Teori genetik oleh orang rasis atau ide mereka tentang ras Aria dan budaya yang superior tidak bisa menanggung beban opini juga tidak bisa menjelaskan sejarah. Timur sudah lebih maju dari Barat, dulu, dan sepertinya Timur akan mendominasi lagi.

Sumber Bacaan : Why The West Rules-For Now, Ian Morris.